Menuntut Ilmu Parenting Tak Ada Habisnya

Standard

Setelah menjadi orang tua membuat saya yang malas membaca menjadi seorang yang senang mencari tahu sesuatu yang baru, terutama dalam hal membesarkan anak. Ya, memang tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, namun banyak artikel psikologis maupun jurnal-jurnal kesehatan tersedia di jaringan internet maupun media cetak & elektronik, mulai dari pembahasan ringan dgn bahasa sederhana, sampai pembahasan mendalam dan tuntas. Informasi juga dapat dengan mudah kita dapatkan lewat forum/komunitas seperti milis. Ilmu parenting bukan sebuah doktrin/agama yg selalu harus diikuti & sama pada tiap orang tua, semua tergantung watak anak, lingkungan tmpt tumbuh dan banyak hal, tapi yang pasti ilmu ini bisa menjadi acuan saat kita orang tua, tidak tahu bagaimana musti bersikap.

Penelitian yang selalu diperbaharui bahkan berjalan dengan sangat cepat. Hal ini yang saya rasakan sekarang saat mengandung anak kedua. Sewaktu saya mengandung anak pertama, ternyata banyak hal yang telah diperbaharui melalui studi para ahli, seperti wanita hamil yang tidur malam kurang dari 5 jam sehari akan berisiko 10 kali mengalami preeklampsia dibandingkan dengan mereka yang tidur 9 jam, atau bagaimana baiknya aliran darah yang mengalir dan membawa oksigen pada janin dengan tidur menyamping posisi kiri.

Pelajaran-pelajaran baru yang saya dapatkan sangat membantu & memotivasi untuk membesarkan janin saya kelak menjadi anak sehat & cerdas. Informasi perkembangan dari sisi psikologis untuk kakak-beradik juga banyak membantu walaupun si adik belum terlahir, dengan membiasakan si kakak bermain sendiri, melakukan aktivitas toilet/mandi sendiri (tetap di bawah pengawasan) atau mulai bercerita kisah menarik kakak beradik, walaupun memang (lagi-lagi dari yang saya baca) batita belum tentu dapat menerima kehadiran seorang adik dengan baik sampai nantinya bayi tersebut pulang dari rumah sakit bersama mamanya.

Saya juga memersiapkan bekal bacaan bagaimana kelak menghadapi pertengkaran kakak-beradik yang sebaiknya tidak kita interupsi, dan masih banyak lagi hal yang insyallah bisa saya & suami terapkan di kehidupan kami. Selalu yang saya ingat juga, untuk menciptakan anak platinum, tidak hanya dibutuhkan nutrisi yang baik, tapi juga contoh yang baik di rumah, karena menjadi orang tua bukan hanya menjadi dua orang yang sibuk memerintah anaknya, tapi menjadi sebuah tim yang bisa merubah diri menjadi panutan. Jadi dengan terus belajar dan memerbaiki diri, Insyallah akan terus menjadikan semangat kami demi buah hati.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s