Kenapa Mamana Harus Pergi?

Standard

“Kenzie buang kantol mamana ke tempat sampah, telus dibawa tluk sampah diangkut ke tempat sampah dikubul sama sampah” itu ucapan Kenzie yang paling bikin sedih karena dia ga mau mamananya ke kantor, dan harus temenin dia main setiap hari di rumah.

Sebenarnya gue bukan tipe wanita karier, tapi pekerjaan lebih menjadi sebuah kebutuhan, baik secara ekonomi maupun kreatifitas yang harus terus dilakukan, oke mungkin yang terakhir bisa dilakukan di rumah sebagai freelance designer.

 

Ritual tiap pagi pun kami lakukan bersama, setelah bangun tidur, saya hampir tidak pernah membiarkan orang lain mengajak Kenzie pipis pagi & minum susu, atau kalau masih banyak waktu, Kenzie mandi dengan saya, setelahnya Kenzie ikut sarapan satu meja dengan mamana & papacanya, lalu ritual kami lanjutkan dengan Kenzie ikut muter kompleks sambil sedikit cerita soal rumah teman-temannya yang kami lewati, lalu kami pun berusaha untuk terus tersenyum, tidak mau “melepas” Kenzie dengan si mbak di rumah dengan kesedihan, Kenzie salam, cium pipi, dan pelukan “ala pejabat”nya, yup, harus liat & rasakan pelukan “ala pejabat” punya Kenzie, so warm and cutešŸ˜‰

Tapi suatu pagi, Kenzie berusaha menyembunyikan seragam kantor yg telah disiapkan di atas tempat tidur, dan dia menggantinya dengan baju kotor dari keranjang laundry, oh nooo….. sedih banget rasanya, dia bilang, “kantol mamana tutup, antv ga ada ma”

Talking to your children about work can be just as stressful as chatting about sex and death. Saya mencoba untuk memberikan penjelasan di kala kami bermain dengan santai, dan kadang kami bermain seolah-olah Kenzie menjadi seorang ayah yang bekerja dan harus meninggalkan anaknya (anaknya tentu aja bantal guling :p). Saat itulah saya bilang “Kenzie bilang dong sama anaknya, mama & papa ke kantor ya, supaya dapat uang untuk beli buku buat anak papa”. Terkadang dia mengerti dengan hal itu dan saat kami melakukan ritual perpisahan, dia pun mengulang memorinya soal ini, tapi dia masih batita, semuanya perlu direfresh.

Kadang kami membiasakan menyimpan 1 atau 2 mainannya di dalam mobil, hingga saat Kenzie mulai terlihat sedih, kami berikan mainannya dan seolah-olah maiannya tertinggal di mobil, jadi kotor, “wah ini sheepnya ketinggalan Zie, kotor deh, coba Kenzie bersihin dulu, nanti pas mama pulang kita main bareng lagi ya” biasanya cara ini lebih mudahšŸ˜‰

Tapi tetap saya dan suami dari Kenzie bayi pun tidak mau meninggalkannya dengan sembunyi – sembunyi, yang Kenzie masalahkan sebetulnya bukan kemana saya pergi, tapi kenapa saya harus pergi dan meninggalkannya, jelaskan bagaimana menyenangkannya pekerjaan anda, tentu dengan bahasanya, karena anak anda anak yang cerdas, danĀ  harus pamit meskipun penuh drama, dan terakhir just go with smile!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s