“Maaf” bukan sebuah mantra

Standard

Buat sebagian orang, kata maaf itu sebuah kata yg mahal, susah utk bilang kata maaf atau mungkin gengsi. Iya memang susah mengucapkan maaf kalau kita tidak merasa salah, dan benar2 menghargai dan memaknai apa arti maaf itu sendiri.

Tapi buat sebagian orang, maaf dengan mudahnya terlontar dari mulut untuk mengubah situasi, padahal semua tidak akan ada artinya bila ucapan maaf tidak diikuti dengan perubahan sikap.

Teringat waktu saya masih duduk di bangku SMA, saat itu saya merasa sering sekali berbuat salah pada bunda, sampai suatu ketika saya merasa harus meminta maaf pada bunda saya, namun kemudian tanpa diikuti perubahan sikap dan kesalahan saya, yang terjadi akhirnya saya seperti selalu mengobral kata maaf pada Bunda, kata maaf jadi sebuah kata “murah” yang saat itu saya pikir kata mujarab untuk menghilangkan kekecewaan Ibu saya.

Sampai pada akhirnya saya sadar, semua tidak ada artinya lagi kalau saya hanya mengulang maaf setiap saya mengulang kesalahan, dan sudah barang tentu Ibu saya mengulang rasa kecewanya pada saya.


Ini yang mengusik saya belakangan, apa mungkin karena sewaktu kecil saya selalu diajarkan atau lebih tepatnya dipaksa untuk berkata maaf pada teman/orang yang saya sakiti?

Sampai2 saya tidak mengerti apa arti maaf, dan apa selanjutnya. Untuk kali ini, saya kurang setuju dengan orang tua yg mewajibkan anaknya harus mengucapkan maaf pada orang yang disakitinya, saya selalu menekankan pada anak saya untuk menyayangi teman, bukan menyakitinya dan dengan mudahnya meminta maaf. Tapi manusia akhirnya memang tidak pernah luput dari kesalahan, bila saatnya anak saya bertemu dengan situasi di mana ia harus mengucap maaf pada orang yang ia sakiti, dan sudah bisa mengerti penjelasan soal maaf, ia harus mengerti apa yang selanjutnya harus dilakukan, kata maaf bukan akhir dari sebuah episode kesalahan, tapi mengubah sikap yang membuat semuanya kembali, dan yang terpenting minta maaflah karena kamu merasa salah, bukan meminta maaf karena orang lain melihat kamu salah. Kata maaf bukan sebuah mantra yang membuat segalanya kembali indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s