Teliti sebelum menerima obat

Standard


Minggu lalu Kenzie demam dan mengeluh telinganya sakit, karena demamnya sudah lewat 72jam, dan semakin hari keluhan telinganya semakin sering, saya putuskan untuk membawa Zie ke dokter anak, hari itu DSA langganan kami sedang tidak praktik, jadilah saya memutuskan untuk pergi ke sebuah rumah sakit besar. Setelah dicek oleh seorang DSA, Kenzie memang terkena infeksi telinga tengah atau otitis media, kemudian sang dokter pun meresepkan berbagai racikan obat (puyer), setidaknya ada 2 obat yg diracik dalam 1 puyer. Setelah beberapa hari kenzie minum obat, tidak sengaja saya cek sisa bungkus obat yang ada dalam plastiknya, ternyata 2 bungkus obat yg ada berbeda warnanya dengan bungkus obat lainnya, saya pun curiga apoteker salah memasukan 2 bungkus obat ke dalam plastik. Besoknya saya kembali ke apotek tempat saya menebus resep, saya minta untuk membuat racikan baru dengan resep yg ada, supaya jelas dan saya minta pertanggung jawaban dari mereka.

Singkat cerita, kita sebagai konsumen memang harus teliti dengan apa yg kita beli, apalagi ini obat untuk anak, syukur kemarin 2 bungkus obat yang salah itu tidak diminumkan ke Kenzie oleh pengasuhnya.

Pelajaran juga buat saya, kalau meminta obat, musti tanya ada obat pengganti atau tidak yang bukan puyer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s