Menyapih, kami melakukannya tidak hanya dengan cinta, tapi juga dengan proses yang menyenangkan

Standard

Hari ini tepat seminggu Kenzie dan aku berada dalam situasi saling mengalah untuk kedepan yg lebih baik, orang biasa menyebutnya dengan menyapih. Sesungguhnya saat proses menyapih anak mulai belajar cara menenangkan dirinya untuk tidur sendiri, dan kemandirian emosi, saat inilah Ibu harus tetap tenang dan tentu saja ikhlas.

Kalau kembali ke masa-masa awal kami bersama belajar menyusui, 22 bulan yang lalu, rasanya baru saja kemarin kami melewati masa indah ini, dan berat sekali kalau harus melewati ini dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, seperti memberi yang pahit-pahit pada payudara atau pura-pura kesakitan mengingat betapa semangatnya kami sama-sama belajar, bahkan dulu karena belum canggih melakukan pelekatan saat menyusui, payudaraku pun sempat bolak – balik luka dan berdarah.

Akhirnya setelah hari-hari indah itu kami lewati dengan bahagia, aku, Kenzie dan tentu saja dengan izin dan restu dari suami memutuskan dan sepakat untuk menyelesaikan tahap ini. Hari pertama kami lalui dengan cukup sedih, karena walau Kenzie sudah diberi pengertian tidak ada nenen mulai malam ini, Kenzie seperti tidak bisa terima, dia nangis dan minta ini itu sebagai syarat, seperti mau makan pisang ambon dan Pir jam 2 dini hari :p. Esoknya pada hari kedua aku banyak mencari refrensi tentang menyapih, dan mulai mengerti, bahwa yang dibutuhkan pada proses ini adalah kasih sayang dan kekuatan mental seorang ibu, malamnya aku mencoba meneguhkan semangat untuk konsisten, yang ada dipikiranku saat itu kalo malam kedua ini aku tidak konsisten, rasanya rugi sekali semalaman kemarin membiarkan Kenzie menangis, akhirnya Kenzie dengan sangat kooperatif bisa melalui proses ini, kalaupun sesekali Kenzie menangis, dia cuma minta dipeluk sambil bilang “ga nenen lagi ma, Zie udah bukan bayi”.

Alhamdulillah semuanya berlangsung menyenangkan. Kenzie selalu berusaha menenangkan diri tanpa nenen dengan melakukan kegiatan-kegiatan unik sebelum tidur, seperti berhitung, pura-pura nangkep nyamuk, sampai yang paling bombastis adalah dia melakukan sikap lilin dengan hitungan 3×10 diakhiri dengan ucapan “yak,30” dan tiba2 dia terlelap😀. Proses ini pun yang membuat aku berpikir, bahwa kami tidak hanya melakukan proses menyapih dengan cinta, tapi juga menyapih dengan menyenangkan😀.

Love you my dearest Son, walaupun saat indah itu telah berlalu, Mamana akan selalu berada di samping Kenzie dengan berlimpah doa pada setiap langkahmu, Insya Allah Kenzie akan tubuh menjadi manusia mandiri dan sehat, amiin.

7 responses »

  1. 🙂
    Puas banget ya mbak rasanya bisa “menyelesaikan” dengan penuh rasa cinta dan indah..
    two thumbs up buat team bintaro yang sudah sangat solid. peluk cium sayang buat zie yang bukan bayi lagi!

  2. Terharu Nan bacanya. Dan kayaknya kalo gue mau nyapih Nadira, gue harus menguatkan mental banget-nget deh. Secara menyusui itu buat gue sangat menyenangkan + cara paling gampang u/ mengatasi anak rewel. Tinggal buka langsung lep deh, hehehe.. *emak pemalas & gak kreatip*. Ini sih skrg gue lg menyiapkan diri u/ bisa menyapih Nadira. Salah satunya, dengan bilang gini ke diri gue sendiri: “Nanti kalo udah gak nyusuin, bisa akupuntur supaya kurus!”😛

  3. blogwalking.. ternyata banyak teman blogger yang baru menyapih. Senangnya, Kenzie dah bisa berkomunikasi dengan baik. cepat juga ya prosesnya. Kalau Alfis kata-kata nya baru sedikit sekali. Masih bnayak pakai bahasan tubuh. Tapi alhamdulillaah dah bisa dibilangin sekarang…. tukeran link yaa

  4. Halo mamana kenzie..salam kenal
    Aduuh aku (-̩̩̩-͡ ̗̊–̩̩̩͡ ) baca posting yang ini..kenzie pinter yah (y)
    Gimana nanti aku nyapih qila(16mo) yah?
    Btw knp plh waktu 22 bln?

  5. Salam kenal mam, Duuuh jadi makin berasa kalau saya memang gak kuat mental. Susah sekali melawan rasa gak tega nih. Dita sudah 27 bulan tapi belum sukses disapih. Saya gak mau pakai pahit2 itu. Saya mau mengakhirinya dengan cara bahagia. Tapi kok susah sekali ya? huhuhu

  6. salam kenal mba..
    terharu membaca tulisan mba, setahun lagi saya akan mengalami tahap ini.
    tapi kadang suka terlintas di benak saya, it’s gonna be hard karena saat menyusuilah saya bisa begitu dekat dengan ntik coz i’m a working mom😦
    nanti ajari saya cara melalui “tahap” ini ya mba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s