Ceritakan apa saja untuknya

Standard

Waktu mengikuti seminar parenting, saya bertanya bagaimana caranya membantu anak menemukan passion dalam hidupnya? dan jawabannya adalah dengan bercerita. Bercerita atau mendongeng adalah satu rutinitas yang selalu kami lakukan sebelum mengantarkan Kenzie tidur. Biasanya Kenzie yang mengatur sendiri tokoh – tokoh yang akan masuk dalam cerita kami, tentu saja tokohnya tidak jauh dari kehidupannya sehari – hari, seperti binatang peliharaan atau apa saja yang dia lihat sepanjang harinya.

Awalnya saya dan suami mengajak Kenzie bercerita untuk meminimalkan kegiatan yang membangkitkan semangat sebelum dia pergi tidur, atau menjadikan suatu acara jeda antara kegiatan sehari-harinya yang penuh semangat dengan tidur. Tapi kemudian rutinitas ini menjadi hal yang ternyata penting buat Kenzie, dia selalu menagih saya atau papanya untuk cerita.

Pernah suatu hari saya menceritakan tentang hujan, dan binatang – binatang yang suka dengan air hujan, kemudian beberapa waktu kemudian, saat saya dan Kenzie berada di kamar, terdengar suara petir yang mengisyaratkan akan segera hujan, kontan Kenzie bilang “Ma itu petil? mo ujan?kita di lumah kan? (maksudnya ga kena hujan) tal ada kodok ya ma?” wow, saat itu perasaan saya campur aduk, senang dan bahagia rasanya dia menyerap apa yang pernah saya ceritakan dengan baik walau Kenzie mengungkapkan dengan keterbatasan bahasa yang dimilikinya.


Ternyata bercerita tidak hanya mempunyai manfaat yang dirasakan anak, tetapi juga orang tua,

1. Daya imajinasi anak akan lebih berkembang

Ini yang tidak didapatkan dari menonton televisi, kalau di tv semua gambar yang disebutkan akan secara bersamaan ditampilkan, sedangkan saat bercerita, anak akan mendengarkan dan kemudian memvisualisasikan dengan imajinasi bebasnya. Anak yang terstimulasi imajinasinya dengan baik akan berkembang menjadi anak kreatif.

2.Menumbuhkan nilai – nilai positif

Bercerita menjadi media untuk menanamkan sebuah nilai pada suatu kegiatan, dan kegiatan ini yang sering saya manfaatkan, misal saat Kenzie lagi mogok makan, saya senang menceritakan panda yang pintar makan, sehingga badannya menjadi besar dan kuat.

3. Menambah ilmu dan perbendaharaan kata

Bercerita suatu hal baru akan menambah perbendaharaan kata pada anak yang sedang mengembangkan kecerdasan verbalnya, juga memberikan tambahan pengetahuan. Saat saya bercerita kisah Panda, saya selipkan pengetahuan tentang Panda yang saya tahu, seperti Panda makannya Bambu, Panda berwarna putih, kuping, mata, tangan dan kakinya berwarna hitam, Kenzie pun mulai tertarik dan bertanya bagaimana wujud Panda, biasanya keesokan paginya saya memberi buku atau membuka internet untuk mencari tahu gambar Panda. Sedikit banyak mungkin akan ada perbandingan antara imajinasi Kenzie dan wujud asli yang akhirnya dia lihat sendiri.

4. Menambahkan minat baca pada anak

Bercerita dengan hal – hal yang nyata dan dikenalnya akan lebih mudah dicerna anak, atau bacakan cerita dari buku – buku yang dia miliki, setelah tertarik dengan cerita dari buku yang kita bacakan, biasanya anak akan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku.

5. Menstimulasi rasa ingin tahu

Selain mengasah imajinasi anak, tokoh – tokoh atau kegiatan yang ada dalam cerita akan mengajak rasa ingin tahu anak.

6. Menghangatkan hubungan orang tua dan anak

Jadi mengingatkan saya, pada saatnya nanti kami harus “berpisah” (baca : menyapih) Insyallah saya tidak akan melewatkan kegiatan rutin kami ini, bahkan dengan papanya, saat saya belum di rumah pada jam tidurnya, Kenzie senang dipeluk sambil minta diceritakan oleh papanya, dan ini rasanya damai sekali🙂.

7. Menanamkan etika di tengah masyarakat

Dalam sebuah cerita pasti ada tokoh baik dan kurang baik, dan selalu ada yang bisa dicontoh dan dihindari, jadi jangan lupa menyisipkan nilai – nilai positif dari sebuah cerita di akhirnya.

8. Mengajak orang tua untuk lebih menggali ilmu lagi

Ini yang saya rasakan waktu saya mau bercerita tentang Kuda Nil, pengetahuan saya terbatas sekali soal hewan bermulut besar ini, otomatis untuk meragamkan cerita saya juga harus banyak mencari tahu.

(dari berbagai sumber)

Tidak ada batasan usia untuk mulai bercerita pada anak, anak bayi sekalipun senang mendengarkan suara ibunya sendiri, baik itu bernyanyi maupun bercerita, untuk anak usia batita, bercerita tentu saja menambah kosa katanya, dan untuk anak usia sekolah lebih pada menanamkan nilai – nilai pada masyarakat sehingga anak diharapkan nantinya bisa menempatkan dirinya dengan baik.

Alhamdulillah kami mulai merasakan manfaat becerita, ceritakan apa saja pada anak, pada saat yang kita tidak duga, anak akan mengingat kembali semua yang pernah kita ceritakan, rasanya sungguh mengejutkan dan bahagia anak kita Insyallah tumbuh dengan kecerdasan yang baik.

Mulailah bercerita, bangun kembali kegiatan bercerita dan sebisa mungkin meminimalisir kegiatan menonton tv.🙂

2 responses »

  1. Pingback: Tweets that mention Ceritakan apa saja untuknya « Sketch Me if You Can! -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s