Berikan dia pilihan

Standard

Batita adalah tahapan usia yang penuh dengan kejutan bagi orang tua, dimana pada tahap ini mereka senang menirukan kata – kata yang mereka dengar, mengikuti kelakuan orang -orang sekitarnya, bahkan “mengambil alih” rutinitas. Senang, pusing dan repot sudah pasti, tapi disitulah tantangan orang tua untuk terus belajar dan mendalami karakter anak, ya karena tiap anak punya keunikan tersendiri.

Mereka perlu peraturan dalam menjalani rutinitas, dari situ mereka paham bahwa mereka bisa mengandalkan orang tua, dan ini akan membuatnya merasa aman. Tetapi di sisi lain tahapan ini juga sebagai bagian mereka untuk lebih bereksplorasi dan menunjukkan bahwa dirinya mandiri.

Mulai dari pilihan menu makanan, baju gambar apa yang mau ia pakai, sampai dengan siapa dia mau dimandikan, semuanya harus jelas. Saat Kenzie mulai menunjukan “kekuasaannya”, saya membiasakan untuk dia yang mengambil alih dalam menentukan pilihannya, tentu dengan pilihan yang jelas, bukan dengan pilihan yang samar. Seperti saat dia diajak mandi, dengan gayanya dia bilang “tidak mau”, awalnya saya berpikir ini adalah cara dia untuk mencari perhatian saya, tetapi setelah diberi pilihan “oke, Kenzie mau mandi sekarang sebelum makan, atau setelah makan pagi?” atau “Kenzie mau dimandikan mama, papa, atau mbak?” bahkan untuk permainan yang mau dimainakan “mau main dough atau Lego?” biasanya sih setelah dia memilih apa yang dia mau, semua akan berjalan dengan mulus.🙂

Pernah satu kali saya yang sedang merasa sangat capek setelah pulang kantor, dengan asal bertanya “Kenzie mau makannya kapan?” dan dia pun menjawab sekenanya “Ga, zie ga mamam”… saat itu saya merasa seperti habis melemparkan bumerang alias mental lagi pertanyaan saya. :p

Saat seusia Kenzie (batita) saya sering memberikan pilihan 1 – 2 macam opsi. Memberikan pilihan juga menstimulasi otaknya untuk dapat lebih konsentrasi pada suatu masalah, dan tentu saja mengajarkan anak untuk bisa bersikap mandiri menghadapi masalahnya.

Memang mendidik seorang anak adalah pilihan, ada sebagian dari mereka yang beruntung mendapatkan anak yang manis, tapi tidak sedikit juga yang mendapatakan anak yang harus melalui tahap yang unik dan menantang. Tantangan indah yang musti dihadapi orang tua dan bagaimana menemukan solusinya tentu akan menentukan pembentukan karakter si anak di masa mendatang, dan kembali lagi semuanya adalah pilihan masing – masing.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s