Mbak Nanny itu adalah Wiwin :)

Standard

Seperti mendapatkan durian runtuh waktu Wiwin datang ke rumah kami, awalnya dia kami pekerjakan utk memasak dan merawat rumah, dan kami telah menyiapkan seorang baby sitter utk merawat Kenzie, namun kenyataannya, saat Kenzie pertama kali bertemu muka dengan Wiwin dia langsung terlihat akrab, Wiwin yang periang dan suka dengan anak kecil pun menyambut Kenzie dengan senyuman dan bermain bersama. Singkatnya, baby sitter yang kami pekerjakan pun “tdk laku” di mata Kenzie, akhirnya baby sitter pun putus asa, sebulan sudah dia berusaha merebut hati Kenzie, tapi tetap saja Kenzie hanya mau dipegang oleh Wiwin, dia pun menyerah dan minta kembali ke kampung. Pelan-pelan saya minta Wiwin untuk merawat Kenzie, belajar nyuapin Kenzie yg saat itu memang lagi susah-susahnya makan. Kenzie sangat senang diasuh Wiwin, mungkin karena hampir banyak kecocokan, Kenzie suka gambar dan diceritain kalo mau tidur siang, dan yg lebih anehnya, saya lahir tgl 10-10, suami saya 8-8 dan keinginan saya Kenzie lahir tgl 9-9 tapi Allah berkata lain, dan Wiwin lah yang mempunyai angka bagus 9-9 itu :p.

Belakangan saya sering usil bertanya kapan dia mau menikah, dan jawabannya “Nanti aja bu, saya maunya nikah usia 24 aja” saat ini usianya masih 19 tahun. Enteng sekali rasanya kalo saya meninggalkan Kenzie di rumah utk bekerja.

Tapi ternyata Allah mau menguji kami (ya, buat saya ini ujian) saya pasti lengah dengan kenikmatan seputar masalah nanny (masalah yang sering bikin pusing ibu pekerja). Tanggal 21 Mei, Wiwin pun minta ijin untuk pulang kampung karena adiknya mau sunat, dan dia berjanji untuk balik dan tidak pulang saat lebaran nanti, wow! rasanya seperti benar-benar mendapatkan berkah. Saya pun memberi ijin 12 hari untuk wiwin pulang kampung.

Awalnya saya kira akan sulit mempraktikan perpisahan Kenzie dengan Wiwin yang sudah mengasuhnya selama hampir 9 bulan, tapi Alhamdulillah saya ajak bicara Kenzie kalo mbak Wiwin mau pulang kampung, tapi nanti balik lagi, selama itu mama akan terus di rumah. Mulus sudah “pamit-pamitan” Wiwin diantar supir ke terminal, tapi pengakuan dari si mbak yang masak dan ikut mengantar Wiwin, dia sedih dan nangis sepanjang perjalanan, karena akan kangen banget dan berat meninggalkan Kenzie.

Singkatnya, siang di hari Minggu saya yang sedang duduk santai tiba – tiba dikagetkan oleh Iis (si mbak masak) dia nangis sambil bawa hape dan suruh saya baca sms, isi smsnya begini ” Mba, tolong bilang ibu, saya ga bisa balik lagi ke jakarta, karena saya dipaksa kawin sm ibu saya, sebenernya saya berat dan ga mau kawin, tapi saya ga bisa nolak” langsung lemes dan sedih banget saya saat itu, Ya Allah, kenapa sih, saat semuanya sudah tenang, Engkau ambil kembali ketenangan itu?, saat itu saya merasa dibohongi Wiwin, kalau dia mau nikah kenapa tidak bilang baik – baik, dan ga mau kembali biar saya bisa menyiapkan pengganti. Ternyata setelah ditelisik lebih dalam, ternyata ibunya Wiwin lah yang memaksa anaknya menikah, entah demi hutang atau alasan apa, bahkan untuk berbicara lewat telpon atau sms pun ibunya tidak memeberikan saya ijin, tapi akhirnya saya harus ikhlas kehilangan seorang pengasuh yang sabar dan manis seperti Wiwin.

Sedihnya di tanggal dan hari yang Wiwin janjikan untuk kembali ke Jakarta, selama seharian itu Kenzie seperti “menagih janji” dia selalu bertanya “mbak ninin ma?” bahkan malam saat Kenzie mau tidur, dia memaksa mau naik tangga ke arah kamar Wiwin, “mbak Ninin” teriaknya seraya memanggilšŸ˜„. Ya Allah, aku sendiri aja sedih, tapi aku harus kuat di depan Kenzie, aku coba ajak bicara dan menjelaskan semuanya sesederhana mungkin sesuai nalarnya.

Sampai saya menulis ini pun saya masih merasa kehilangan, sedih sekali, karena saya sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri, tapi apa daya, kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Wiwin, semoga pernikahan baik dan selalu dirahmati Allah, dia anak yang baik, Insyallah kalau kami diizinkan, kami pasti akan dipertemukan kembali, amiin.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s