Perpisahan yang Menyenangkan

Standard

Semua hal pasti ada hikmahnya, itu yang saya rasakan semenjak melahirkan Kenzie, karena tidak ada yang menemani saya di rumah, saat 2 bulan pertama setiap pagi sampai malam, saya hanya berdua dengan Kenzie, suami pergi kerja mulai pukul 8 – 19, atau kalau sedang masa deadline, bisa-bisa pulang larut malam. Kenzie bayi pun sangat menempel dengan mamanya, saya mandi harus menunggu Kenzie tidur, beruntung suami saya punya banyak ilmu seputar parenting, karena kerjaannya juga sih yg menjadikan beliau banyak ilmu soal ini :p, suami saya selalu bilang, ajarkan perpisahan semenjak dini, walaupun saya yakin Kenzie bayi pasti belum mengerti apa itu perpisahaan, tapi pasti dia sudah bisa menyadari mamanya ada dekat dia atau tidak.

Saat saya harus melakukan aktivitas pribadi seperti mandi, makan atau shalat, saya selalu berbisik di kuping Kenzie “mama mau mandi dulu ya, Kenzie bobonya yang tenang, nanti Kenzie bangun, mama sudah di dekat Kenzie lagi”, begitu terus saya lakukan, baik saat Kenzie tidur atau tidak. Memang beberapa kali dia menangis saat terbangun dan tidak ada yang merespon karena saya sedang “ditengah” kegiatan, tapi Alhamdulillah seringnya Kenzie selalu tenang saat saya tinggal di cribnya.

Sampai akhirnya saya harus mengakhiri cuti kelahiran dan kembali bekerja, sudah pasti perasaan was-was karena Kenzie harus ditinggal di rumah dengan pengasuhnya dan sedih harus berpisah sementara. Saat usianya tiga bulan itu setiap saya hendak berangkat kerja saya membiasakan berpamitan “Kenzie pintar, baik-baik sama mbak di rumah ya, mama ke kantor dulu, sampai nanti Kenzie makan Sore, mama udah di rumah lagi”. Saat anak berusia 6 bulan, dia berpikir saat mamanya tidak disampingnya, mama menghilang dan tidak kembali lagi, saat usianya 12 bulan anak berpikir mamanya pergi tapi tidak tau kapan kembali, saat anak berusia 18 bulan dia akan merasa ditinggalkan atau diambil orang, saat mamanya mulai berbicara dengan orang lain, bahkan berbicara di telpon. Inilah cara-cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari kecemasan berpisah pada anak :

1. Berlatih dengan permainan

Coba bermain “ciluk ba!” anda bersembunyi atau menghilang dari pandangannya, saat ia mulai mencari anda, jangan langsung keluar dari persembunyian, berikan mainan yang sering dilihatnya dulu, lalu saat dia semakin panik mencari anda, barulah anda peluk dia.

2. Biarkan barang-barang pribadi menemaninya

Saat anda harus menitipkan anak anda di daycare atau rumah nenek, dan dia merasa berat untuk berpisah, bawa beberapa mainan atau perlengkapan pribadinya seperti boneka, mainan, atau selimut. Hal ini akan membuat ia merasa nyaman dan merasa seperti di rumah.

3. Nyaman bersama orang yang menjaganya

Sebelum meninggalakan bayi bersama pengasuhnya, biarkan ia merasa dekat dan nyaman dulu bersama si pengasuh. Sebulan sebelum saya mulai kembali bekerja, saya minta pengasuh Kenzie untuk datang ke rumah, keuntungannya kita bisa mengontrol pekerjaan pengasuh, pengasuh juga bisa merasa lebih dekat dengan anak kita, sehingga bisa tau apa yang menjadi kesukaan si anak.

4. Ritual yang menyenangkan

Daripada meninggalkan anak dalam keadaan menangis dan resah saat harus berpisah dengan kita, saya lebih senang melakukan ritual perpisahan dengan Kenzie selalu mengantarkan saya sampai pintu mobil, melambaikan tangan, dan tidak lupa berpamitan dengan bilang mama akan kembali saat kenzie makan sore nanti.

Saya tidak pernah menggunakan kata jam sekian untuk menyatakan kehadiran saya kembali, karena anak belum paham dengan tenggat waktu, yang dia tahu adalah rutinitas dia sehari-hari, saat dia makan sore, mandi sore dll.

5. Saat mulai menangis

Tidak bisa dihindarkan ada kalanya anak merasa sangat manja pada anda, ajak dia sedikit bermain untuk menenangkannya, anda tidak perlu berlebihan memeluk atau menciumnya, ini hanya akan membuat ia semakin merasa kehilangan nantinya, lebih baik bilang kalau mama sayang kamu, mama pasti kembali buat kamu nanti untuk bermain bersama lagi.

6. Jangan merasa bersalah

Saat anda harus meninggalkannya dan ia tidak juga berhenti menangis, tapi anda tidak punya waktu banyak untuk mengajaknya bermain, ucapkan kalimat yg membuatnya merasa tenang lalu pergi dan jangan berlama-lama atau merasa bersalah sehingga anda terus melihat kearahnya dan kembali lagi padanya. Just go!

7. Kembali dengan menyenangkan

Saat anda kembali ke rumah dan ia melambaikan tangan untuk minta dipeluk, peluk dia dengan hangat. Saat saya kembali ke rumah, ritual saya selalu mengucapkan salam dan Kenzie pun menjawab seadanya “kum ayam”(walaikumsalam) saya cuci tangan dan pasti Kenzie langsung menggandeng tangan saya untuk diajak kekamarnya dan bercerita apa saja yang dia lakukan tadi bersama pengasuhnya.

Nanny Stella pernah bilang, kita sebagai working mom sudah menghabiskan banyak waktu di jalan pergi – kantor – jalan pulang, hampir 12 jam bahkan lebih kita meninggalkan anak kita di rumah, saat kembali ke rumah jangan sibukkan diri anda dengan hal-hal pribadi, cukup bersihkan diri anda sendiri dan berikan sisa waktu anda untuk anak anda sebelum ia mulai kembali tidur.

5 responses »

  1. Jujur aja aku hampir nggak pernah pisah sama Zua mbak.. Dan pas sekarang Zua sekolah, dia sempat dilanda separation anxiety hebat!
    Akan aku coba tips2nya minggu depan ya mbak, TFS :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s