Life is a canvas, live it with your sketch

Disclaimer: Nulis ini untuk dokumentasi aja di blog pribadi,sebagai kenangan Kenzie & Zac masa depan aja :D

Jadi ceritanya sebulan yang lalu saya mendapat telpon Mbak uttiek dari tabloid Nakita, awalnya biasa saja, karena memang beberapa kali dan alhamdulillah beberapa media yang telpon untuk wawancara Bebitang, namun kemudian mbak Uttiek wawancara via telepon bukan hanya membahas soal Bebitang, tapi juga soal keterlibatan saya di komunitas MPASI Rumahan dan tentang cara saya mendidik anak. Lalu mbak Uttiek pun minta waktu untuk foto, saya sampai bingung dan berfikir “siapa gue? ” kemudian menegaskan kalau memang akan mengangkat soal Bebitang saya bisa diwawancara dan foto berdua dengan kakak saya, Neura, Namun ternyata wawancara kali ini khusus, karena akan dimuat di artikel Tokoh & Buah hati, intinya menceritakan kisah seorang Ibu dan keluarganya, dan saya kebagian dari sisi MPASI Rumahan & bagaimana saya menerapkannya pada anak saya.

Hihiiii… biar deh sedikit norak, (bukan artis) untuk kenang-kenangan Kenzie dan Zaccheo di masa depan aja sih :D Dan ternyata pagi ini saya lihat di tabloid Nakita, ternyata masuk di satu halaman :D

Terima kasih mbak Uttiek dan mas Imam dari Nakita, saya merasa tersanjung bisa masuk di artikel khusus ini :)

[RESEP] Cookies gampil

Akhirnya, kesampean juga bikin sendiri cookies yang disukain dari kecil, hihiii bermodal liat resep sana-sini, dan dengan alat seadanya (karena ada yang kelupaan beli) jadi juga cookies crunchy ini.

this is my cookies

Bahan:
125gr unsalted butter
140gr icing sugar
1 butir telur (kuningnya saja)
100gr tepung terigu
80gr tepung self raising
1 sdt soda kue
1/3 garam
2 sdm cokelat bubuk
150gr choco chips

Cara Buat:
- Kocok dengan mixer kuning telur + icing sugar + unsalted butter sampai lembut
- Matikan mixer, masukkan tepung terigu + self raising flour + soda kue + garam + cokelat bubuk, aduk rata dengan spatula, lalu tambahkan ¾ bagian choco chips dalam adonan, aduk rata.
- alasi loyang dengan kertas roti (kebetulan di rumah ga punya, jadilah pakai kertas nasi bungkus yg warna coklat, dibalik, bagian berplastik di bawah) kenapa saya balik? Soalnya gunanya dialasi kertas supaya menyerap kelebihan butter, sehingga si kue jd kering.
- ambil 1 sendok adonan, bentuk bulat pipih, dan taburi dengan sisa choco chips.
- panggang dalam oven 180° selama 15 menit
- nanti saat dikeluarkan dari oven teksturnya masih lembek, tapi permukaannya sudah kering, diamkan di suhu ruang ± 5 menit, dia akan mengeras sedikit.

Hasilnya kriuk crunchy kering, enak deh pokoknya (narsis).
Oia, td sebelum memutuskan menggunakan kertas nasi, saya sempat menggunakan happy call, tapi apa yg terjadi sodara-sodara?… Hasilnya gosyiong, hahaaa… Ga temenan deh sama tuh teflon korea.

[RESEP] Sarang Burung Puyuh

Bahan :

1 buah kentang, serut halus memanjang atau iris seperti batang korek api
Garam secukupnya
Sedikit terigu
Minyak untuk menggoreng

Untuk Isi :

Minyak untuk menumis
1 bawang putih, cincang halus
1/4 bawang Bombay, cincang halus
terigu
100 cc kaldu ayam
100 ml susu cair
500 grm daging ayam rebus, cincang kasar
wortel, rebus, potong dadu ½ cm
1 sendok teh garam
½ sendok teh merica bubuk

Untuk hiasan telur puyuh, rebus , kupas, belah dua tiap butir.

Cara membuatnya :

Rendam kentang dengan air garam selama 15 menit, tiriskan. Keringkan dengan lap.

Atur 4 sendok makan kentang ke dalan cetakan sarang burung (mangkuk kawat bergagang, berdiameter 5 cm), tekan-tekan, lalu taburi sedikit terigu. Masukkan ke dalam minyak panas sedang usahakan agar terendam, tunggu hingga lepas dari cetakannya, dan goreng sampai kering kecoklatan. Angkat dan tiriskan.

Adonan Isi :

Tumis bawang Bombay dan bawang putih dengan minyak hingga layu, masukkan wortel, tumis hingga matang, masukkan garam, merica dan pala, masukkan terigu, aduk rata.
Tuangi kaldu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk, kemudian susu cair, aduk hingga mengental.
Masukkan daging ayam, aduk semua hingga rata.

Isi 1 mangkuk kentang yang sudah digoreng dengan adonan isi hingga penuh, hiasi atasnya masing-masing dengan 2 butir telur puyuh rebus. Sajikan segera.

note:

1. Kalau tidak sempat mengerjakan semuanya di pagi hari, buat adonan isi malam hari, simpan di wadah kedap udara, simpan di kulkas. Jadi paginya tinggal membuat sarang kentang goreng.

2. Jika adonan isi berlebih, bisa digunakan untuk membuat roti goreng; masukkan adonan isi ke dalam roti tawar, bentuk segitiga menyerupai amplop, lekatkan tepian roti dengan putih telur, masukkan ke dalam kocokan telur – tepung panir – goreng hingga kecokelatan.

Selamat mencoba :)

Bukan tutorial kok, karena gue juga masih banyak belajar, ini cuma share iseng2 kemarin pas nemu gayanya, jadi maaf ya kalo gambarnya kurang “bicara” krn ini juga bikinnya di jalan mau ke kantor :p

1. bentuk kain menjadi segitiga, letakkan diagonal di atas kepala dengan

2. gunakan peniti kecil untuk menghubungkan di bagian belakang

3. sisakan panjang & pendek (pd gambar panjang sebelah kanan – pendek sebelah kiri)

4. silang di bagian belakang leher untuk mengubah posisi kain, panjang (kiri) pendek (kanan)

5. ambil bagian pendek, silangkan di atas kepala melintang dengan bentuk diagonal (gambar 1) sehingga terbentuk menyilang di atas kepala

6. sematkan ujung kain pendek dengan jarum pentul


7. ambil sisa kain yang panjang, lilitkan melintas leher depan ke arah belakang kepala

8. angkat kain sisa yang di belakang agar kain sisa panjang (gambar 7) melewati bagian dalam leher, kemudian tutup dengan kain sisa belakang.

9. sematkan jarum pentul untuk merapikan bagian – bagian pinggir.

Untuk yang memiliki jambang berlebih seperti gue, paling enakan gunakan inner ninja, jadi lebih rapi.

Semoga ngerti ya maksudnya :p maaf loh gambarnya seadanya banget, karena di mobil bikinnya :D

Kata siapa punya anak laki ga pengaruh saat asisten rumah tangga pulang kampung? memberikan tanggung jawab urusan rumah tangga bisa dilakukan oleh siapa saja, baik untuk anak laki maupun perempuan. Selama 14 hari si mbak di rumah mudik, saya punya tim yang solid di rumah, saya, suami dan Kenzie. Khusus Kenzie awalnya saya tidak memberikan tugas khusus, namun suatu kali saat kami bergegas pergi, Kenzie dengan inisiatifnya sendiri membereskan tasnya yang akan di bawa seperti layaknya anak kecil lain membawa perlengkapan seperti celanaganti, baju ganti, susu + air minumnya, Kenzie sendiri yang sibuk masukin bajunya, trs dia lari lagi keluar kamar dan kembali membawa beberapa kotak susu, sambil lari lagi keluar dengan gaya sibuk dia bilang “oia ail putihnya belum” dan begitu terus sampai akhirnya menurut dia lengkap, lalu dia laporan sama saya, “sudah beles semua ma, lengkap” :D bangganya saya saat itu, hihiiii…

Esok harinya, pagi-pagi saat saya hendak mencuci pakaian, dia yang masih mengenakan piyama baru bangun tidur, langsung ikut membantu, “ma, Zie mau ikut nyuci ya” , saya berikan tugas sederhana untuk dia, seperti biasanya cara saya mencuci, memilah pakaian kotor sesuai warna yang dikelompokan pada ember, cara ini ternyata efektif juga untuk mengajarkan turunan warna, mana warna gelap, warna terang. Seru sekali, dia awalnya kesulitan membedakan Biru itu yang gelap seperti apa. Saya juga memberikan “otoritas” untuknya untuk menuangkan deterjen+pelembut pakaian lalu Kenzie mencoba mengoperasikan mesin cucinya, dan dia sangat senang.

Pilah warna baju

merendam pakaian sesuai warna

"waah, di dalam mesin cuci kelen ya Ma"

Sore harinya, papa yang mendapat tugas menyapu halaman, sempat diketawain sama Kenzie “hihiii papaca kok kaya mbak-mbak”, tapi setelah itu dia inisiatif untuk menyiram tanaman, mungkin karena bermain air ya :p

Kenzie juga senang saat saya di dapur, dia ikut memotong – motong daun bayam yang akan dimasak, selama memotong dia selalu bilang sama dirinya sendiri “potong daunnya aja, batangnya jangan ikut” hiihiii persis seperti yang saya bilang di awal, mungkin maksudnya untuk mengingatkan dirinya sendiri. Sewaktu memotong daun bayam, kebetulan ada ulat daun yang ikut, dia jadi asik sendiri dengan ulatnya :p

Tentunya anak usia 3 tahun belum sempurna mengerjakan tugasnya, walau kadang akhirnya jadi menambah kerjaan kita lagi, tapi dari awal sudah mengajak anak untuk bertanggung jawab di rumah sendiri, membantu orang tua, bahkan mengajarkan nilai – nilai kemandirian, saya pun tidak mau banyak mengoreksi saat dia sedang asik mencoba membantu, selama tidak fatal, saya biarkan Kenzie melakukannya dengan senang dan percaya diri.

Pengalaman liburan kemarin tanpa asisten menjadikan pengalaman yang menyenangkan untuk saya, dengan anak berusia 3 tahun yang sudah pasti membuat berantakan rumah, tapi tanpa disadari, dia juga punya banyak inisiatif untuk membantu orang tuanya.

Alhamdulillah, 3 tahun sudah Kenzie dititipkan kepada kami sebagai orang tua, kami sangat bangga dengan pertumbuhan dan perkembangannya yang selalu menghibur, bahkan memasuki usianya yang ke-3, Kenzie banyak melontarkan kalimat-kalimat lucu yang cenderung ajaib :D

Malam saat Kenzie akan tidur, seperti biasa, mama dan papanya menemani dia dengan cerita dan pelukan, kami bilang Kenzie besok akan bertambah umurnya, trs dia bilang “berarti aku besok ulang tahun ya? ada kejutan apa untuk aku?” :p besok paginya saya bangunkan dia dengan ciuman dan ucapan selamat ulang tahun, serta doa harapan orang tua kepada anaknya, lalu dia bilang mau tiup lilin, akhirnya pagi itu kami buat pesta sederhana, tiup lilin dengan potongan kue lebaran hantaran tetangga, dan lilin kecil ulang tahun.

Dan kado spesial dari kami sebuah robot yang sudah lama dia idamkan, robot dengan remote, berantena, dan serunya robot ini berbahasa Indonesia, jadi sangat mudah untuk Kenzie mengoperasikannya :)

Selamat ulang tahun sayang mama, semoga apa yang menjadi pengharapan mama & papa tercapai, doa kami selalu ada di tiap langkah dan ucapan Kenzie.

Penuh Cinta,

Mamana & Papaca

Sekarang selama kehamilan yang kedua ini setiap malam saya punya rutinitas baru, mengoles body lotion di perut yang semakin membuncit dan bergaris (baca: stretch mark) sebelum tidur.

Semalam ada kejadian lucu yang tidak biasanya, saat saya sedang mengoles body lotion datanglah Kenzie ke kamar, dan seperti biasanya dia selalu ingin dilibatkan, akhirnya saya ajak dia membantu mengoleskannya sambil berpura2 menjadi dokter, awalnya saya tidak ada ide dokter apa, namun dia langsung bergegas keluar untuk cuci tangan sambil bilang “oke ini keadaan hebat, saya punya pasien hamil” lalu dia kembali sambil membawa gantungan baju + karet rambut saya.
Kemudian dia mengoles body lotion di atas perut saya dan memulai aksinya “jadi ini anak Ibu kepalanya bulat, ukurannya saya itung dulu ya pake penggalis (gantungan baju diletakkan di atas perut saya)  (¯―¯), lalu ini lambutnya ada di sini (sambil tangannya mengarah ke arah pusar), tanpa disadari, adiknya yg di dlm perut pun ikut menikmati permainan mas-nya, cibebi merespon dengan beberapa kali tendangan, lalu zie komentar “oh anak ibu menendang, pasti hebat ini”, terus dia bilang lagi mama pasien, jgn ikutan ini tugas doktel Buzz, sustel saya lagi mandi (maksudnya si mbak yg emang saat itu sedang mandi :p).

Terakhir dia lilitkan karet rambut di tangan saya seolah2 sedang mengukur tekanan darah.

Hahaaaa, rutinitasnya semakin menyenangkan, si mas di luar senang, adiknya di dlm perut juga ikutan senang. :D
Semoga terwujud ya sayang cita2 kamu jadi dokter. ♥

Setelah menjadi orang tua membuat saya yang malas membaca menjadi seorang yang senang mencari tahu sesuatu yang baru, terutama dalam hal membesarkan anak. Ya, memang tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, namun banyak artikel psikologis maupun jurnal-jurnal kesehatan tersedia di jaringan internet maupun media cetak & elektronik, mulai dari pembahasan ringan dgn bahasa sederhana, sampai pembahasan mendalam dan tuntas. Informasi juga dapat dengan mudah kita dapatkan lewat forum/komunitas seperti milis. Ilmu parenting bukan sebuah doktrin/agama yg selalu harus diikuti & sama pada tiap orang tua, semua tergantung watak anak, lingkungan tmpt tumbuh dan banyak hal, tapi yang pasti ilmu ini bisa menjadi acuan saat kita orang tua, tidak tahu bagaimana musti bersikap.

Penelitian yang selalu diperbaharui bahkan berjalan dengan sangat cepat. Hal ini yang saya rasakan sekarang saat mengandung anak kedua. Sewaktu saya mengandung anak pertama, ternyata banyak hal yang telah diperbaharui melalui studi para ahli, seperti wanita hamil yang tidur malam kurang dari 5 jam sehari akan berisiko 10 kali mengalami preeklampsia dibandingkan dengan mereka yang tidur 9 jam, atau bagaimana baiknya aliran darah yang mengalir dan membawa oksigen pada janin dengan tidur menyamping posisi kiri.

Pelajaran-pelajaran baru yang saya dapatkan sangat membantu & memotivasi untuk membesarkan janin saya kelak menjadi anak sehat & cerdas. Informasi perkembangan dari sisi psikologis untuk kakak-beradik juga banyak membantu walaupun si adik belum terlahir, dengan membiasakan si kakak bermain sendiri, melakukan aktivitas toilet/mandi sendiri (tetap di bawah pengawasan) atau mulai bercerita kisah menarik kakak beradik, walaupun memang (lagi-lagi dari yang saya baca) batita belum tentu dapat menerima kehadiran seorang adik dengan baik sampai nantinya bayi tersebut pulang dari rumah sakit bersama mamanya.

Saya juga memersiapkan bekal bacaan bagaimana kelak menghadapi pertengkaran kakak-beradik yang sebaiknya tidak kita interupsi, dan masih banyak lagi hal yang insyallah bisa saya & suami terapkan di kehidupan kami. Selalu yang saya ingat juga, untuk menciptakan anak platinum, tidak hanya dibutuhkan nutrisi yang baik, tapi juga contoh yang baik di rumah, karena menjadi orang tua bukan hanya menjadi dua orang yang sibuk memerintah anaknya, tapi menjadi sebuah tim yang bisa merubah diri menjadi panutan. Jadi dengan terus belajar dan memerbaiki diri, Insyallah akan terus menjadikan semangat kami demi buah hati.

Mempunyai anak dengan imajinasi yg besar sepertinya kita sebagai orang tua harus bisa mengimbangi imajinasinya. Seperti Kenzie, yang selalu merasa dirinya adalah seorang Buzz Lightyear ASLI,  inget ya harus pake asli, karena menurutnya banyak yg mengaku-aku sebagai Buzz juga di lingkungannya .:p  Sebelumnya Zie sempat berimajinasi dirinya sebagai BJ, papa sebagai Barney dan mama sebagai baby bop.Menyenangkan saat ia mulai “bermain” dgn menyertakan kami sebagai teman-temannya.

Tetapi, yang selalu membuat khawatir adalah saat dia benar2 merasa mempunyai kekuatan yg sama dgn tokoh tersebut, seperti Zie bisa terbang, zie punya laser seperti Buzz, padahal kami selalu Buzz itu tokoh khayalan yg hanya ada di film, dan kenzie ga bisa terbang, tp dia selalu menolak dengan kecewa, akhirnya untuk sementara saya peringatkan Buzz boleh terbang hanya di atas kasur. Bukannya saya  mau membuat dia kecewa, tp saya tidak mau tiba – tiba Zie terbang dari ketinggian dan mencelakainnya, tp juga saya tidak mau membunuh imajinasinya.

Imajinasinya di satu sisi bisa mendukung peraturan yang kami berlakukan sutk memberi pengertian dan membangun rasa percaya dirinya, seperti misalnya “buzz itu jagoan, selalu membela yg baik” atau “buzz itu hebat, dan senang menolong” Kami pun senang aat Zie bermain-main dengan imajinasinya dan menyertakan kami ke dalam daya khayalnya, Zie sebagai Buzz, papa sebagai Woody, dan saya sebagai Jessie. Kami menyukai permainan imajinasi di rumah, membuat kami kompak dan semoga membuat Kenzie kelak menjadi anak kreatif.

Usia batita selain sebagai golden period juga menjadi negotiation period untuk saya. Bagaimana tidak, Kenzie yang saat ini hampir mencapai usia 3 tahun mulai banyak melakukan penawaran saat saya mulai menerapkan peraturan untuknya, tentu saja dengan kalimat – kalimat yang dapat dicerna otak anak.

Seperti saat secara bertahap mulai membiasakan dia untuk tidur di kamarnya sendiri, saya sengaja menggunakan tempat tidur beda tingkat agar dia terbiasa tidak ada orang di sebelahnya, hanya bantal dan boneka sebagai “penjaga” malamnya, walaupun saya berada di satu kamar yang sama sepanjang malam, maksudnya agar Kenzie bisa dan biasa untuk menenangkan diri sendiri sebelum tidur. Namun ritual malam sebelum tidur selalu saja menemui banyak negosiasi dengan anak kecil ini, seperti, “Mamana boleh tidur di tempat tidur atas, asal tangan mamana tetap ke bawah supaya Kenzie bisa pegang tangan mamana saat monster datang” atau “sebentar ya ma, Kenzie mau isi bahan bakar untuk laser, supaya pas Kenzie merem, bisa ngelawan monster”.

bernegosiasi dengan batita = negosiasi dengan daya imajinasi dan keterbatasan kata

Bernegosiasi dengan anak yang dalam tahap menumbuhkan kepercayaan diri memang musti hati – hati, salah sedikit anak merasa tidak didengar dan berakibat tantrum. Belajar menjadi pendengar dan pastinya bertanya lebih detil apa yang dimaksud anak sangat penting, imajinasi yang sedang berkembang luar biasa besarnya terkadang menjadi masalah orang tua menemukan titik masalah anak. Dalam hal ini, Kenzie merasa ada monster saat dia mulai memejamkan matanya, dia takut bila sendiri dan saatnya mulai tidur berarti dia berpisah dengan mamanya. Saya banyak bertanya detil soal monster yang menjadi momok ketakutannya, seperti apa bentuk monsternya, Kenzie pertama tahu soal monster ini dari mana, sampai saya ikut “masuk” ke dalam imajinasinya dan bertanya siapa nama monster itu.

Dengan bernegosiasi, anak dapat menumbuhkan rasa percaya sekaligus nyaman berbagi dengan orang tuanya, bila anak tidak atau belum terbiasa untuk bernegosiasi, orang tua bisa memulainya dengan mencoba mengajak mereka bernegosiasi hal – hal sederhana, seperti apa yang anak boleh makan setelah ia menghabiskan makanan utamanya. Dengan bernegosiasi juga saya merasakan rasa kepercayaan diri Kenzie saat dia berada bersama teman – teman sebayanya, dia sudah bisa mengatur layaknya pemimpin, dan sedikit beranalisa tentang hal – hal yang dia lihat di sekitarnya, seperti tadi pagi saat Papacanya sakit, dia bilang “papa harus di rumah, nanti orang – orang bilang, kok Kenzie enggak jagain papaca” buah pikiran ini dia dapat saat dia meminta papacanya tidak berangkat kantor karena Kenzie masih ingin main dengan papanya. :D

Yang harus diperhatikan adalah mendengar apa yang dia minta, mulai lah bernegosiasi menurut pemikiran anak seusianya, maknai perasaannya, tatap mata anak sejajar dengan mata kita, namun bila akhirnya anak tidak sependapat, peluk dan katakan kalau kita menyayangi anak kita dan bangga anak kita sudah bisa mengungkapkan perasaanya, apa yang ia mau.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 746 other followers